My 10 March 2016

Kamis, 10 Maret. Aku sudah ada di perjalanan menuju ke rumah. Handphone tiba-tiba bergetar panjang, pattern panjang menandakan ada panggilan dan panggilan ke nomor ini sekitar 90% adalah dari Ibu. Karena masih dalam perjalanan dan sebenarnya sudah ada di daerah dekat rumah, aku memilih untuk tidak mengangkat handphone terlebih dahulu.

Setelah sholat maghrib dan duduk santai di depan laptop, jari mulai memijit nomor yang Ibu yang sejak tadi sepertinya tidak sabar menghubungi anak pertamanya.

Oke, Call. tiiiiiiit tiiiiiiiiit, cklek.

“Halo Assalamulaikum.”

“Waalaikumsalam mama. ada apa tadi nelpon? Andro masih di jalan tadi.”

“Sekarang tanggal 10 Maret kan?”

“Iya. Kenapa ma?”

“Pengumuman LPDP itu hari ini kan?”

Aku termenung sebentar, dengan cepat otak meminta klarifikasi informasi dengan akurasi tinggi yang dimana artinya aku harus membuka website LPDP. Benar saja, ingatan tajam sang Ibu sepertinya masih lebih terasah dari anaknya. 10 Maret adalah pengumuman dari Beasiswa LPDP, dan sampai pukul 6.30 masih belum ada pengumuman.

Ahahahahahahaha, plis deh. IP aku pas-pasan. Ketika berdebat tentang Intellectual Capital dan Multi-level Leadership dengan reviewer aku masih terbata-bata dan kelewat percaya diri hingga ditegur. Belum lagi bocah lulusan Fisika yang malah menjadi instruktur coding ingin melanjutkan ke Management of Business Administration?

‘This kid must be a joke’ adalah gambaran tepat tentang reviewer setelah melihat CV dan Essay yang aku tulis.

“Iya ma, baru aja Andro cek. belum dapat Emailnya.”

Ibu pun menghela nafas. Beliau sangat ingin anak pertamanya ini mengambil Strata Magister, kalau bisa diluar negeri. Sementara sang anak nakal ini ingin bekerja akan tetapi tidak ingin di ibukota. Kuliah di bandung sebenarnya adalah solusi tengah dari perseteruan Ibu dan anak. Terlihat sangat jelas sang Ibu ingin anaknya lolos seleksi beasiswa ini.

“Oooooh. Oke ya nak. Nanti kalau sudah ada pengumuman, kasih tau Mama yaaa.”

Ibu aku langsung menutup telepon tersebut dan aku kembali ke laptop (pun intended) sambil melihat berita-berita terbaru. Setelah sejenak surfing di internet, rasa penasaran itu muncul. Penasaran menjadi ketidaksabaran. Ketidaksabaran menjadi frustasi.

Ok. Mari membuka EmailNothing to lose, boy.

Lulus

“Alhamdulillah.”

Seharusnya itu yang aku katakan diawal melihat pengumuman. Akan tetapi sifat skeptis impulsif merubah kata-kata tersebut menjadi : “Astagfirullah. Ada kesalahan besar disini sepertinya!”

Bermacam teori konspirasi aku pikirkan, dan tentu saja teori konspirasi adalah ilusi. Secara impulsif, aku langsung membuat status di Facebook.

LPDP

Aku teriak, literally, Quite loudly. Cukup untuk membuat air dalam botol minum beriak dan bergelombang. Dengan cepat, sujud syukur segera dilakukan, dan tak kuat menahan air mata dan mucus.

Ada dorongan doa disana. Malaikat-malaikat pasti tersentuh melihat setiap malam wanita ini selalu mendoakan anak pertamanya yang bersikukuh tidak ingin melanjutkan studi. Wanita ini selalu berharap yang terbaik bagi anaknya dan untaian doa ini terdengar oleh Yang Maha Kuasa. Tuhan ternyata memiliki rencana yang sama dengan wanita ini untuk anaknya. Malaikat-malaikat mulai tidak sabar karena mereka ingin melihat senyuman dari sang wanita. Salah satu malaikat mengambil inisiatif, terbang menuju Bandung dengan segera dan membisikan kata-kata pada sang anak, “Hubungilah Ibumu sekarang”.

Aku tersenyum lebar, membuka Handphone dan mulai menelpon Ibu.

Tuuuuuut, tuuuuuut. Tuuuuut, Cklek.

“Assalamulaikum Mama, Andro lulus Beasiswa LPDP ma.”

Aku cukup yakin, Ibu aku tersenyum lebih lebar dibandingkan beliau lulus sidang doktoral.


 

6 Comments

6 thoughts on “My 10 March 2016

  1. Ahmad Rismawan Firdaus says:

    inspiring ndro, keep posting!
    mamamu pasti bangga banget
    punya anak ky kamu 😊

  2. Krishna Widita Nawacandra says:

    What an idealist you are Ndro, ditunggu bagian 2 3 4 dst..

  3. Simple yet inspiring! your mom must be proud of you ! 🙂

  4. Jeanne Svensky Ligte says:

    Androooo… kalo mama kamu tau perjuangan kamu buat bertanya ke pemateri dengan suara kamu yang serak-serak becek selama PK
    itu pasti dia makin bangga sama kamu hahaha.. and so are we!

  5. H says:

    Now I know how an onion always ended up near from your eyes ndro. You’re such a lovely man.
    Your mom must be proud having a son like you.
    Touché!

  6. Ainun says:

    Baru baca cerita yg 180derajat beda
    sama sy tp menarik bgt. Setuju, doa
    ibu memang gak ada yg bs ngelawan,
    semangat terus mas andro! 🙌

Add Your Comment: