HARAPANKU, MENYONSONG INDONESIA GEMILANG 2045

Tanggal 17 Agustus 2045 merupakan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan yang sangat spesial bagi bangsa Indonesia. Pada tahun ini, Indonesia genap berusia 100 tahun. Sebuah usia yang dapat dikatakan sangat matang dalam perjalanan sebuah negara. Sebagai bangsa besar, kita tentu mempunyai cita-cita kolektif bangsa yang ingin terwujud di usia satu abad kemerdekaan. Rakyat yang sejahtera, pembangunan yang berkalanjutan, perekonomian yang berkeadilan, kelestarian lingkungan hidup, anak bangsa yang cerdas dan sederet cita-cita mulia lainnya sesuai dengan semangat kemerdekaan yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini.
Pemuda sebagai pemegang estafet kepemimpinan nasional bangsa Indonesia harus mempunyai pemikiran yang visioner dan strategis serta kontributif dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Indonesia berjaya bukanlah hal yang mustahil. Kita mempunyai berbagai sumber daya yang mendukung transformasi Indonesia menjadi negara maju. Namun, kita jangan hanya terlela dan mengandalkan potensi sumber daya alam semata. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah membenahi dan menyiapkan SDM. Jika dibaratkan Indonesia gemilang adalah gedung bertingkat, maka SDM adalah pondasinya.
Untuk mewujudkan SDM yang berkulitas, Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bertekad untuk memberikan beasiswa kepada putra puteri terbaik bangsa. Para awardee diharapkan mampu mengharumkan nama baik Indonesia melalui pemikiran dan karya nyata di masa mendatang. Penerima beasiswa disiapkan sebagai pemimpin masa depan Indonesia di bidang masing-masing. Awardee LPDP merupakan orang pilihan yang dipilih oleh yang maha kuasa untuk mengemban tugas mulia dan memimpin perubahan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia. Kita dilahirkan sebagai bangsa pejuang. Pemuda Indonesia, apalagi awardee LPDP tidak boleh mengeluh dan menyerah dalam berkontribusi membangun negeri. Setuju kan kawan-kawan? Semangat ya…..!!
Berbicara tentang Indonesia gemilang, wilayah yang juga dikenal dengan julukan nusantara ini sudah pernah dua kali menorehkan sejarah dalam peradaban manusia. Nusantara pernah berjaya pada abad 7 Masehi dengan kerajaan Sriwijaya dan Kerjaan Majapahit pada abad 14 Masehi. Tugas kita adalah mengulangi kesuksesan nenek moyang kita di abad 21 ini dengan negara yang bernama Republik Indonesia. Inilah PR besar bagi bangsa Indonesia, jika tidak, kita harus menanggung malu dengan nenek moyang kita di masa lampau. Mereka mampu menjadi negara maju di masa mereka dengan serba keterbatasan fasilitas, ketika listrik, internet, alat telekomunikasi yang canggih belum hadir di tengah-tengah mereka. “Raih Indonesia Gemilang…..!. Selalau Ingat Mars LPDP nya ya kawans….!!
Indonesia gemilang seperti apakah yang kita harapkan di masa mendatang, ini adalah pertanyaan besar yang harus dijawab dengan tepat agar perencanaan menjadi matang dan tepat sasaran. Kita tentu tidak menginginkan pembangunan dengan paradigma yang salah dan bersifat eksploitatif terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Pembangunan yang bersifat eksploitatif hanya akan mewariskan kerusakan alam dan lingkungan yang semakin parah. Memang ekonomi kita akan tumbuh, namun kita harus siap mengikuti “apel” tahunan berupa banjir, longsor dan beragam bencana lain. Pembangunan eksploitatif ibarat kita menjual organ tubuh satu persatu untuk memunuhi kebutuhan sehari-hari. Sangat Miris dan mengerikan, iya kan??. Tentu, kerusakan yang kita dapatkan tidak sebanding dengan manfaat yang kita terima jika pola pembangunan eksploitatif kita pertahankan. Konsep pambangunan berkerlanjutan harus menjadi landasan dalam menyusun rencana pembangunan jika ingin Indonesia terwariskan kepada anak cucu kita di masa mendatang. Prinsipnya, kita harus mampu sejahtera bersama alam tanpa merusakanya dengan alasan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi bisa tumbuh tanpa harus merusak lingkungan. Kita harus mengeskplorasinya demi kemajuan dan kemaslahtan bangsa dengan mengedapankan asas-asas pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan
Kita harus mampu merumuskan visi Indonesia gemilang dalam bentuk misi-misi implementatif yang dapat membawa rakyat Indonesia sejahtera, berkedilan , adil dan makmur. Kita harus mampu menyulap Indonesia menjadi kekuatan baru ekonomi dunia dengan perkawinan sumber daya alam dan SDM yang kita miliki. Kita harus buktikan pada dunia bahwa kita bisa membangun bangsa yang sangat kita cintai ini. Sinergi generasi muda dengan berbagai disiplin ilmu dan pengalaman yang berbeda akan menjadi katalisator dalam pembangunan bangsa dan negeri pertiwi ini. Saya yakin bahkan haqqul yakin, kekuatan kita terdapat pada saat bersinergi. Mari bersinergi membangun Indonesia Kawans…..!!Kita pasti bisa.
Dalam pola pembangunan, Indonesia harus dipandang sebagai negara agraris dan maritim. Mayoritas masyarakat Indonesia bekerja dan mengantugkan hidupnya pada sektor ini. Membangun sector ini bermakna membangun ekonomi rakyat. Masyarakat Indonesia mayoritas menyambung hidup mereka dengan bertani dan bercocok tanam. Pertanian juga telah menjadi tradisi turun temurun di kalangan masyarakat kita. Sebagian penduduk Indonesia masih menggantungkan hidup pada sector primer terutama pertanian. Menurut Kuncoro (2010) Peran pertanian dalam perekonomian Indonesia secara umum meliputi Pembentuk Produk Domestik Bruto(PDB), penghasil devisa, penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, pengentasan kemiskinan dan penyedia lapangan kerja. Membangun pertanian juga bermakna membangun perekonomian rakyat banyak. Begitu juga dengan sektor maritim, dengan segenap sumber daya yang kita miliki, kita mampu menjadi poros maritimnya dunia. Jika kita kembali ke sejarah, kejayaan Majapahit dan Srwijaya juga tidak lepas dari peran dua sektor utama ini.
Kondisi bangsa kita pada hari ini dapat diibaratkan sebagai raksasa tidur. Banyak potensi yang belum kita garap secara maksimal. Sumber daya sektor agraris dan maritim belum digarap maksimal dalam rangka menopang pertumbuhan ekonomi. Estimasi kekayaan laut Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dewan Maritim Indonesia Juli 2007 menyebutkan bahwa laut Indonesia mempunyai kekayaan potensial sebesar 1.456 Triliun Rupiah Per tahun. (Subroto : 59: 2013). Begitu juga dengan sektor agraris, Hampaan sawah Indonesia bagaikan gunung emas raksasa yang menguning di saat musim panen hampir tiba. Kita juga mempunyai lahan perkebunan yang sangat luas. Keanekaragaman hayati juga memperkaya dunia pertanian Indonesia. Cuaca, curah hujan yang tinggi, tanah yang subur lebih dari cukup untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Perlu berbagai terobosan untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di sektor agraris dan maritim. Pembangunan berbagai infrastruktur yang mendukung peningkatan produksi dua sektor ini adalah hal pertama yang harus dilakukan unntuk menggenjot hasil produksi. Pembinaan, pendampingan, kemudahan akses modal juga mutlak dibutuhkan. Untuk menampung hasil dari dua sector ini, sangat diperlukan kehadiran industri pengolahan skala kecil dan menengah (UMKM) yang dipelopori dan dijalankan oleh masyarakat. Masyarakat terutama pemuda harus diarahkan agar mampu mengolah hasil alam menjadi berbagai macam produk turunan untuk menghasilkan nilai tambah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.
Mendorong lahirnya UKM juga bermakna mendorong lahirnya entrepreneur baru. Entreprenuer merupakan hal yang sangat mutlak dalam menunjang keberhasilan pembangunan ekonomi bangsa. Mereka berperan sebagai katalisator pembangunan ekonomi. Kehadiran industri pengolahan dapat menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian sehingga kita tidak lagi sekedar mengekspor barang mentah semata. Peran serta pemerintah, masyarakat dan dunia pendidikan sangat diperlukan dalam menumbuhkan embrio kewirausahaan di kalangan generasi muda. Sinergi dari elemen tersebut sangat diperlukan dalam membimbing generasi muda yang berjiwa kewirausahaan. Lahirnya wirausahawan baru akan mampu memperluas kesempatan kerja baru sehingga dapat mengurangi angka ketergantungan dan jumlah pengangguran akan menurun serta dapat memperkuat pondasi ekonomi bangsa.
Salah satu prasyarat menjadi sebuah negara maju menurut para ahli adalah adanya minimal 2% wirausahawan dari total penduduk. Pemerintah beserta seluruh elemen harus menggenjot agar wirausahawan Indonesia mancapai minimal angka minimum jumlah wirausahawan sebagai prasyarat negara maju tersebut dalam kurun waktu paling cepat sepuluh tahun mendatang. Menumbuhkan embrio kewirausahawan di Indonesia harus dimulai dari lembaga pendidikan. Kita akui atau tidak, dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini belum membekali peserta didik untuk berwirausaha sejak dini. Pendidikan di negeri kita lebih mendidik generasi muda untuk sekedar menjadi pencari kerja setelah selesai kuliah. Oleh sebab itu, angka pengangguran terdidik semakin meningkat akibat tidak tertampung sepenuhnya dalam dunia kerja. Kondisi ini harus kita benahi, paradigma cita-cita sekedar mencari kerja harus diganti dengan paradigma menciptakan lapangan kerja.
Akibat dari paradigma pendidikan yang minim dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah minimnya jumlah wirausahawan di Indonesia. Berdasarkan data Menteri Koperasi dan UKM, Jumlah wirausahawan Indonesia baru mencapai 0,43 % dari total penduduk. Angka ini masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Singapura yang mencapai 7 %, Malaysia 5 % dan Thailand 3 % Menteri juga berharap dan menargetkan agar jumlah populasi wirausahawan Indonesia dapat meningkat hingga minimal 2 % dari total penduduk. (swa.co.id tanggal 10 Maret 2015)
Membangun Indonesia pada dasarnya dapat dilakukan dengan cara yang sederhana tetapi mempunyai dampak luar biasa melalui penguatan dua sektor ini. Harapannya Indonesia pada tahun 2045 mnajdi negara maju dengan sektor agraris dan maritie sebagai leading sector utama perekonomian lengkap dengan jumlah pengusaha yang mampu mencapai sekitar 4% hingga 5% dari total jumlah penduduk. Pola pembangunan harus dimulai dengan mambangun kedua sektor ini. Efek berganda akan kita rasakan ketika melakukan pembangunan dua sektor ini dari hulu ke hilir. Sektor maritim dan pertanian harus menjadi leading sector perekonomian, Semua hasil dari kedua sektor ini harus mampu diolah serta menghasilkan nilai tambah yang signifikan sehingga dapat menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia. Pembangunan sektor maritim dan pertanian dari hulu ke hilir akan mampu menyerap tenaga kerja sehingga akan berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.
Inilah pandangan saya tentang cara kita membangun Indonesia, bagaimana pandangan rekan-rekan lainnya, ? Mari kita berkontribusi dan bersinergi membangun bumi pertiwi sebagai anugerah dari-Nya.. Menerbangkan asa, membangun bangsa. Lagu angkatan kita “Identitas Sejati” menjadi semangat awal bagi kita dalam mengelola Indonesia lebih baik di masa mendatang. Sebagai penutup, izinkan saya menukilkan lagu tersebut “

Indonesia……
Hamparan Indah Untuk Insan Mulia
Bahagia….
Nikmat Anugrah karunia semesta..

Kemungkaran Halang Rintang…
Gertakan Sementara
Kita Lahir Untuk Menang
Sinari Masa depaaan..

Ingat kawans. Kita dilahirkan untuk menang dan mengisi kemerdekaan Indonesia menjadi Negara maju dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang kita miliki. Sudah saatnya kita mengambil peran dalam pembangunan bangsa sesuai dengan kapasitas dan ilmu kita masing-masing. Salam Pemudaa….!! Hiduplah Indonesia Rayaa….!!!

0 Comments

Add Your Comment: